Akidahmemiliki fungsi dan peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Bukan hanya sekedar ilmu, akidah juga menentukan kualitas agama dan masa depan seseorang. Mereka yang enggan memahami ilmu akidah tidak jarang memilih jalan yang sesat. Jalan sesat tersebut yang dapat membawa pada masalah-masalah dalam hidup.
Tradisibudaya yang kuat, asupan aqidah yang minim, serta desakan ekonomi berpengaruh terhadap pola pikir yang kolot. Cara berpikir orang yang memiliki asupan pendidikan aqidah mungkin berbeda dengan orang yang kurang memilikinya. Untuk itu peneliti ingin mengetahui bagaimana perspektif santri dan
Silabus Akidah Akhlak K13 Kelas 7 Semester 1 dan 2 Revisi Tahun 2020 Hai sahabat Ikatan Guru Ke-31 (Iguru31) selamat datang di situs resmi kami disini. Kali ini admin ingin share Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013 Revisi terbaru. Nah bagi bapak/ibu guru yang mengajar pada tingkat satuan pendidikan SMP/MTs biasanya anda
c Terbatasnya fasilitas pendukung dan sumber belajar dalam pembelajaran Akidah Akhlak sehingga pengembangan materi tidak lebih efektif.[35] Dalam hal ini guru agama harus benar-benar mampu mencari solusi dari hal-hal yang menjadi hambatan dalam mengembangkan materi pembelajaran Akidah Akhlak.
. – Aqidah Islam merupakan aqidah yang paling benar. Sebagaimana firman Allah, “Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam.” Imran 19. Alasan aqidah umat islam harus kokoh sesuai petunjuk Allah SWT dapat dilihat pada penjelasan berikut adalah Hal Pertama yang Didakwahkan RasulullahSetelah diutus menjadi Rasulullah, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mendakwahkan tentang tauhid terlebih dahulu. Sekitar 13 tahun lamanya beliau mengajak masyarakat kala itu untuk menyadari bahwa tiada Tuhan selain Rasul sebelum Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam juga mendakwahkan tentang tauhid. Namun seiring berjalannya waktu, aqidah masyarakat semakin menjauh dari yang seharusnya. Karena itu Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam diutus untuk memperbaiki sekaligus menyempurnakan aqidah umat merangkum, alasan aqidah dan tauhid harus dikokohkan terlebih dahulu, agar umat memiliki pegangan kuat. Tanpa aqidah, kehidupan seseorang di dunia dan akhirat akan menemui banyak kesulitan. Setidaknya ada lima alasan aqidah yang benar harus dimiliki umat Aqidah adalah Inti dari IslamSebaiknya aqidah seseorang menjadi pondasi bagi agama dan kehidupannya. Dengan demikian, ia bisa melaksanakan ibadah secara benar dan memiliki akhlak yang baik pada Menjadi Syarat Diterimanya AmalAmalan seseorang tidak akan diterima tanpa aqidah yang benar. Allah telah menjelaskan di dalam Al Quran. Barangsiapa ingin bertemu Allah, maka ia harus beramal sholeh dan tidak berfirman, “Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya hendaklah dia beramal shalih dan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya dalam beribadah kepada-Nya.” Kahfi 110.Tanpa aqidah yang benar, bagaimana amalnya bisa diterima? Siapa yang akan menerima amalnya jika ia mengingkari keberadaan Allah?“Sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelummu Sungguh, apabila kamu berbuat syirik pasti akan terhapus seluruh amalmu dan kamu benar-benar akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.” Zumar 65.3. Mencegah Manusia Terjebak dalam KeraguanJika seseorang tidak memiliki aqidah yang benar, ia akan mudah terjebak dalam keraguan dan kerancuan cara berpikir. Orang yang tidak memiliki aqidah seakan tidak memiliki pegangan. Sehingga ia mudah melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Misalnya ketika ia menemui jalan buntu atas masalahnya dan merasa putus asa, tanpa aqidah yang benar dia bisa jadi akan bunuh diri, bermaksiat, atau merampas hak orang Menjauhkan Diri dari NerakaAlasan aqidah umat Islam harus benar selanjutnya adalah agar ia tidak termasuk golongan yang merugi di akhirat. Allah berfirman, “Barangsiapa yang mencari selain Islam sebagai agama maka tidak akan diterima darinya, dan kelak di akhirat dia pasti termasuk golongan orang-orang merugi.” Imran 85.Rasulullah juga bersabda, “Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seorang pun yang mendengar kenabianku di antara umat ini, entah dia beragama Yahudi atau Nasrani kemudian dia meninggal dalam keadaan tidak mengimani ajaran [Islam] yang aku bawa melainkan kelak dia pasti termasuk golongan penghuni neraka.” Menjauhkan Manusia dari MaterialismeAqidah yang benar akan mencegah umat islam menjadikan materi sebagai tolak ukur. Apabila segala sesuatu diukur dengan uang dan aqidah tidak dibina, maka akan tercipta masyarakat yang materialisme. Tingkat konsumerisme tinggi dan hedonisme meningkat. Sebab masyarakat sudah tidak tahu hal terpenting paling berharga dalam hidup, yaitu keyakinan dan kedekatan dengan Allah masyarakat kehilangan aqidah, maka kita akan melihat kaum yang mudah melalaikan shalat, masjid menjadi sepi, dan tidak ada kegiatan keagamaan umat Islam sebagai bentuk syiar. Hal ini tentunya tidak kita inginkan. Karena itu, kita harus selalu waspada terhadap hal-hal yang bisa melemahkan atau menghancurkan yang Bisa Melemahkan Aqidah1. Enggan Mempelajari Ilmu AqidahLemahnya aqidah seseorang bermula dari keengganan menuntut ilmu agama. Langkahnya terasa berat untuk melangkah ke majelis taklim. Tidak betah berada di majelis ilmu. Dan mata serta telinga enggan memperoleh informasi tentang ilmu enggan mempelajari, tentu saja enggan mengajarkan. Akibatnya generasi selanjutnya menjadi lemah aqidah. Dan lebih suka bergantung pada hal-hal hanya itu, aqidah yang lemah akan membuat orang-orang mudah melanggar aturan agama. Padahal aturan agama atau syariat telah Allah tetapkan agar tercipta kehidupan tentram dan harmonis. Aqidah yang lemah membuat seseorang mudah bermaksiat dan mendholimi orang lain. Sebab dia tidak merasa ada Allah yang mengawasi dan menjadi tempat bergantung. Pada akhirnya, tatanan di masyarakat akan Menolak Kebenaran Fanatisme BerlebihanSeseorang yang merasa ajaran nenek moyang paling benar akan menjadi lemah aqidahnya. Ia dengan mudah menolak kebenaran-kebenaran yang disampaikan kepadanya. Potret fanatisme ini sudah ada sejak zaman yang saat itu mendakwahkan tauhid mendapat penolakan dari masyarakat jahiliyah. Mereka enggan mengikuti Rasulullah karena ingin mempertahankan ajaran nenek Mengikuti Tanpa Mengetahui DalilKebiasaan mengikuti suatu ajaran tanpa mengetahui landasannya juga bisa melemahkan aqidah. Jika begitu saja mengikuti suatu ajaran, maka bukan tidak mungkin kita terbawa aliran Berlebihan Menghormati Para Wali dan Orang SholehDi masyarakat, banyak ditemui tokoh-tokoh yang begitu dikagumi dan dihormati oleh orang-orang di sekelilingnya. Tidak sedikit dari mereka disanjung dan dihormati secara berlebihan. Sebab kabarnya mereka bisa mengetahui perkara gaib. Selain itu, ada juga orang yang mengunjungi makam para wali, namun terbawa euforia sehingga menganggap almarhum bisa memberi berkah atau aqidah kita kuat, kita akan memahami bahwa hanya Allah yang bisa mengetahui perkara gaib dan memberi rizki pada manusia. Jika ingin bersilaturahmi kepada orang sholeh atau berziarah ke makam wali, pastikan niat kita lurus hanya berkunjung dan mendoakan. Jangan terbawa arus pada keyakinan dan anggapan lain yang menyesatkan serta melemahkan aqidah.
Dalam istilah umum, aqidah memiliki makna keyakinan yang kuat dan kokoh. Dalam Islam, aqidah yang benar adalah keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta alam semesta. Sangat penting bagi seorang Muslim untuk mengetahui tentang ilmu aqidah. Hal ini dikarenakan aqidah yang dipegang akan menentukan diterima tidaknya amalan dengan aqidah atau kepercayaan pemeluk Nasrani atau Yahudi yang mempercayai zat lain sebagai Tuhan mereka yang dianggap sebagai bentuk aqidah yang salah. Allah berfirman,وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ“Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” QS. At Taubah 31Baca jugaHukum Bersedekah Kepada Non MuslimSejarah di balik hari Asyura dalam islamHukum Wudhu Menggunakan GayungAmalan penghapus Dosa ZinaPenyebab Doa Tidak Dikabulkan Allah SWTManfaat Shalawat NariyahAyat ini menunjukkan bahwa aqidah yang benar adalah aqidah tauhid. Aqidah tauhid adalah keyakinan bahwa satu-satunya Tuhan hanyalah Allah SWT. Aqidah tauhid sendiri terbagi lagi dalam beberapa macam. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai macam-macam aqidah tauhid yang perlu diketahui1. Aqidah tauhid rububiyahAqidah tauhid rububiyah adalah keyakinan bahwa satu-satunya pencipta adalah Allah SWT. Allah berfirman,رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيّاً“Rabb yang menguasai langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia yang patut disembah?” Maryam 65.Rasulullah bersabda,أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلاَئِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ.“Iman itu adalah engkau 1 beriman kepada Allah, 2 Malaikat-malaikat-Nya, 3 Kitab-kitab-Nya, 4 Rasul-rasul-Nya, dan 5 hari Akhir, serta 6 beriman kepada qadar yang baik maupun yang buruk.” Lihat QS. Yunus18 dan az-Zumar 3, 43-44Baca jugaPutra Putri Abu Bakar Ash ShiddiqCara menerima ujian dari Allah SWTPenyebab Terhalangnya Jodoh dalam IslamCara Menghindari Pelet Menurut IslamHukum akad nikah di bulan ramadhanTauhid rububiyah merupakan bentuk pengakuan bahwa Allah adalah pencipta langit dan bumi serta seisinya. Allah berfirman,إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِSesugguhnya Tuhan kalian, yaitu Allah, Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari, kemudian Dia beristiwa di atas Arsy. QS. al-A’raf 54.وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَمَا مَسَّنَا مِنْ لُغُوبٍSungguh Aku telah menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada diantara keduanya dalam 6 hari, dan Aku tidak merasa capek. QS. Qaf 38.Selain itu, tauhid rububiyah juga mengakui bahwa Allah lah yang mengatur segalanya termasuk dalam pemberian rezeki. Allah berfirman,{يَسْأَلُهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ}“Semua yang ada di langit di bumi selalu meminta kepada-Nya, setiap hari Dia memenuhi semua kebutuhan makhluk-Nya” QS ar-Rahmaan29.Baca jugaCara memilih calon pendamping sesuai syariat agamaTa’aruf menurut IslamPacaran dalam IslamHukum wanita non muslim memakai jilbabHukum wanita mengenakan jilbab motif menurut Islam2. Aqidah tauhid uluhiyahAqidah tauhid uluhiyah adalah keyakinan bahwa segala macam ibadah hanya dilakukan untuk Allah SWT. Allah berfirman,{إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ}“Sesungguhnya agama tauhid ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Rabb-mu, maka beribadahlah kepada-Ku semata-mata” QS al-Anbiyaa’92.شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ“Allah menyatakan bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu juga menyatakan demikian. Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain-Nya, Yang Maha Perkasa lagi Mahabijak-sana.” [Ali Imran 18]Segala macam perbuatan atau ibadah diniatkan hanya untuk Allah SWT. Bahkan ketika kita makan sekali pun, hendaknya diniatkan karena Allah agar menjadi amal ibadah dan bukan hanya sekedar sebuah kegiatan biasa Aqidah tauhid asma wa sifatJenis aqidah yang terakhir adalah aqidah tauhid asma wa sifat. Aqidah tauhid asma wa sifat adalah keyakinan terhadap sifat dan nama milik Allah. Sebagai seorang muslim, kita diwajibkan mengimani sifat dan nama Allah yang biasa disebut Asmaul Husna. Allah berfirman dalam surat Al A’raf ayat 180,وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَHanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka jugaSejarah Jilbab Dalam IslamHakikat Manusia Menurut IslamKedudukan Wanita Dalam IslamTujuan Hidup Menurut IslamTips Hidup Bahagia Menurut IslamSyaikh Abdul Aziz bin Baz Rahimahullah berkata, “Adapun tauhid asma’ wa sifat maknanya adalah mengimani semua yang tertera dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih dari nama-nama Allah dan sifat-sifatNya. Kita menetapkan nama-nama dan sifat-sifat tersebut untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala sesuai dengan keagunganNya”Itulah penjelasan singkat tentang macam-macam aqidah dalam Islam. Sekali lagi sesungguhnya aqidah yang benar adalah aqidah tauhid dalam Islam yang mengesakan Allah SWT. Demikianlah artikel yang singkat ini. Semoga artikel ini menambah wawasan dan keimanan kita pada Allah SWT. Aamiin.
aqidah yang dimiliki seseorang dapat menentukan